
Batik memiliki kisaran harga yang bervariasi tergantung dari bahan, motif serta proses pewarnaan. Batik-batik dengan bahan mori halus atau sutera dengan pewarnaan alami bisa sangat mahal, apalagi batik tulis, sehingga membutuhkan perawatan khusus baik kain maupun warnanya tetap terjaga.
Batik-batik dalam proses pencucian cukup dikucek sebentar dan bilas dengan menggunakan tangan, bahkan pada batik tertentu cukup dicelup saja. Hindari mencuci batik dengan cara disikat. Gunakan sabun yang ringan (mild detergent) ketika mencuci kain atau busana dari batik. Pencucian batik dahulu menggunakan semacam buah kering bernama 'klerak'. Pencelupan dengan menggunakan air yang dicampur kanji juga bisa dilakukan untuk menjaga kehalusan.
Untuk mempertahankan keawetan batik, lakukan pencucian khusus seperti dry cleaning secara berkala. Misalnya setiap 2 bulan sekali atau sesuai frekuensi pemakaian.
Hindari menjemur busana atau kain batik di bawah sinar matahari langsung. Cara terbaik adalah menjemur dengan cara dibentangkan atau digantung di tempat yang teduh. Dengan begitu warna batik menjadi tidak mudah luntur.
Busana dari batik bisa diseterika, namun pasang seterikaan pada suhu sedang. Lebih baik lagi jika merapikan busana dari batik dengan menggunakan seterika uap atau steamer.
Simpan busana dari batik dalam keadaan tergantung. Khusus untuk kain atau sarung, simpan dengan cara digulung dan bukan dilipat. Hal ini selain membantu kain tetap rapi, juga menghindari terjadinya kerusakan permanen pada bagian lipatan kain atau sarung seperti sobek atau lapuk.
Untuk mempertahankan kondisi kain dan supaya terhindar dari ngengat, Anda bisa menggunakan kapur barus. Namun agar tidak menodai kain, masukkan kapur barus terlebih dahulu dalam kantung dari kain katun atau flannel.
Seara berkala, misalnya setiap 3-4 bulan sekali, keluarkan semua busana, dan kain batik dari lemari dan angin-anginkan agar terhindar dari kelembapan dan bau apek.









































